Monday, March 25, 2019

Perbedaan Pendapatan dan Keuntungan dalam Akuntansi


Dalam percakapan sehari-hari biasanya pendapatan dan keuntungan sering disalahartikan atau justru disamakan. Pada dasarnya, kedua hal tersebut benar-benar berbeda dalam pengertian persamaan dasar akuntansi. Kesalahan dalam penggunaan kata terkadang menyebabkan kebingungan bagi para pemula dalam investasi dan usaha. Perbedaan pendapatan dan keuntungan sesuai hakikat akuntansi harus diketahui. Pendapatan dan keuntungan mengacu pada uang yang dihasilkan perusahaan karena mungkin ada perusahaan yang menghasilkan pendapatan, tetapi memiliki kerugian bersih. Hal ini terjadi saat utang atau pengeluaran lebih besar atau melampaui pendapatan. Penjelasannya sebagai berikut.
ads
1.  Pengertian Pendapatan dan Keuntungan
a.  Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah total dana yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa yang menjadi kegiatan operasional utama perusahaan. Jika sebuah perusahaan menjual sepatu berarti pendapatan atau uang yang dihasilkan berasal dari penjualan sepatu sebelum menghitung biaya. Jika perusahaan tersebut juga memperoleh pendapatan dari investasi atau kegiatan lainnya berarti pendapatan tersebut tidak dianggap pendapatan karena bukan berasal dari penjualan sepatu. Pendapatan tambahan dari berbagai jenis biaya harus diperhitungkan dan dicatat secara terpisah.
b.  Pengertian Keuntungan
Keuntungan yang biasa disebut laba bersih adalah jumlah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi semua biaya, utang, aliran pendapatan tambahan, dan biaya operasional. Istilah keuntungan muncul dalam konteks laba kotor dan laba operasi yang berada di antara garis atas dan bawah. Laba kotor adalah pendapatan yang telah dikurangi biaya pokok penjualan (HPP). Laba operasi adalah laba kotor dikurangi semua biaya tetap dan variabel lainnya yang berhubungan dengan operasi bisnis seperti sewa, utilitas, dan gaji.
2.  Pencatatan dalam Jenis-Jenis Laporan Keuangan
a.  Pendapatan
Pendapatan atau revenue muncul paling atas pada laporan laba rugi yang terdiri dari jumlah total uang tunai yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa yang menjadi kegiatan operasional suatu perusahaan. Pendapatan yang dicatat biasanya telah dikurangi oleh retur atau diskon yang ada sebagai cara membuat laporan keuangan. Pendapatan juga dikatakan sebagai untung bersih yang dihasilkan pada periode tertentu karena jumlahnya dapat mewakili jumlah total uang tunai yang tersisa dari jumlah pendapatan asli setelah memperhitungkan semua biaya dan pendapatan tambahan. Biaya-biaya yang mengurangi pendapatan antara lain biaya pokok penjualan, biaya operasional seperti sewa, utilitas, gaji, bunga dibayarkan atas utang, biaya penyusutan dan amortisasi, biaya pajak, serta biaya darurat karena kejadian luar biasa seperti tuntutan hukum.
b.  Keuntungan
Keuntungan berada paling bawah pada laporan laba rugi karena menjadi hasil akhir setelah dikurangi beberapa hal seperti beban, biaya, dan pajak. Keuntungan dalam fungsi akuntansi didapatkan dari selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Hubungan antara laba dan keuntungan semakin terlihat jelas dalam bentuk profit yang menunjukkan “Laba” bermakna sama sebagai “keuntungan” dalam akuntansi. Laba adalah akun yang paling menjadi perhatian karena angka laba diharapkan cukup besar untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan dan pengukuran laba sehingga masih ada perubahan-perubahan seiring perkembangan akuntansi.
Itulah perbedaan pendapatan dan keuntungan yang sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda berdasarkan konsep dasar akuntansi. Setelah itu tentu akan semakin mudah untuk menyusun laporan laba rugi sesuai cara membuat laporan laba rugi.

Sumber  :


10 Bidang Akuntansi yang akan Kamu Temukan di Masa Depan


Ketika masuk ke sebuah rumah sakit, pasti kamu akan melihat tulisan  dokter kulit, dokter bedah, dan berbagai macam dokter spesialis lain kan? Nah, spesialisasi ini terjadi karena adanya cabang bidang dalam satu keilmuan. Sama seperti dokter-dokter tadi, ilmu akuntansi juga punya berbagai bidang, lho!
Bagi kamu yang berniat melanjutkan kuliah ke jurusan akuntansi dan menggeluti profesi ini, tentunya berbagai bidang akuntansi ini jadi salah satu hal yang harus kamu pikirkan. Kalau begitu, langsung saja yuk kita bahas apa saja bidang-bidang yang terdapat di dalam ilmu akuntansi!
1. Akuntansi Keuangan (financial accounting)
Bidang akuntansi keuangan merupakan bidang yang paling banyak dipelajari. Biasanya, kalau orang menyebut kata “akuntansi” akan langsung terlintas mengenai bidang yang satu ini. Bidang ini berhubungan dengan pencatatan transaksi keuangan perusahaan seperti utang, perubahan asset, atau modal.
Tujuan utama dari bidang akuntansi ini adalah untuk menyajikan data dari setiap transaksi keuangan selama periode tertentu. Selain itu, akuntansi keuangan juga bertugas untuk membuat laporan keuangan dari data-data tersebut.
2. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Berbeda dengan akuntansi keuangan, bidang ini secara khusus membantu pihak internal perusahaan dalam menentukan kebijakan. Akuntansi manajemen memberikan data real  kepada pihak manajemen sebagai bahan pembahasan untuk menentukan arah kebijakan perusahaan, terutama untuk hal yang menyangkut finansial.
3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Bidang ini menekankan pada analisis, perencanaan, penetapan, serta pengendalian biaya produksi suatu barang. Akuntansi biaya biasanya ada di perusahaan-perusahaan industri yang memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Fungsinya, untuk mengetahui tingkat efisiensi keuangan dalam kegiatan produksi barang di perusahaan itu.
4. Akuntansi Pemeriksaan (Audhiting Accounting)
Bidang ini berfokus pada pemeriksaan laporan keuangan yang telah dibuat perusahaan secara independen tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Tujuannya, untuk mengetahui kebenaran dari laporan tersebut.

5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounnting)
Bidang ini mengakomodasi pencatatan keuangan yang berhubungan langsung dengan pajak. Kenapa bidang ini dipisah? Ya, supaya tidak tercampur dengan hal-hal yang lain dong. Orang yang mengurusi akuntansi perpajakan bertanggungjawab untuk menghitung seberapa besar pajak yang harus dibayar perusahaan.
6. Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)
Bidang ini fokus pada penyusunan rancangan pengeluaran perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Selain itu, bidang akuntansi ini juga digunakan untuk mengontrol perencanaan keuangan sambil menganalisisnya.
7. Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting)
Bidang akuntansi ini memelajari penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan. Informasi yang disajikan berupa data akuntansi dari berbagai aspek pengelolaan administrasi keuangan pemerintah.
8. Akuntansi Pendidikan (Education Accounting)
Akuntansi yang secara khusus memerhatikan bidang pendidikan. Contohnya, kegiatan belajar mengajar akuntansi, penelitian tentang akuntansi, penyusuan kurikulum pendidikan, atau hall lain yang berhubungan dengan akuntansi.
9. Sistem Akuntansi (System Accounting)
Bidang akuntansi ini berkaitan dengan pembuatan prosedur akuntansi atau alat-alat pendukungnya. Sistem akuntansi akan diikuti dengan pengumpulan data serta laporan keuangan.
10. Akuntansi Internasional (International Accounting)
Seperti namanya, bidang akuntansi ini meliputi masalah yang terjadi dalam transaksi perdagangan internasional. Bidang ini biasanya banyak terdapat di perusahaan-perusahaan multinasional.

Sumber :


Aktiva dan Pasiva


Dalam konsep dasar akuntansi terdapat istilah aktiva dan pasiva yang harus dipahami. Banyak orang awam yang kurang paham tentang kedua hal ini sehingga harus memahami lebih lanjut agar tidak tertukar komponen-komponen aktiva dan pasiva yang juga termasuk transaksi bisnis perusahaan. Perbedaan aktiva dan pasiva dalam hakikat akuntansi sebagai berikut.
1. Pengertian Aktiva dan Pasiva
Aktiva atau harta ialah sumber daya ekonomi perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional yang meliputi biaya-biaya transaksi sebelumnya dan memiliki mafaat pada masa yang akan datang. Harta perusahaan berupa kelancaran (likuiditas) yang terdiri dari harta lancar, investasi jangka panjang, harta tetap, harta tak berwujud, dan harta-harta lainnya. Rumus harta adalah H(harta) = U(utang) + M(modal).
Pasiva ialah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan ini menjadi pengertian kewajiban dalam akuntansi yang terdiri dari utang lancar dan utang jangka panjang. Pasiva (liabilities) sesuai dengan jangka waktu atau umur terdiri dari utang jangka pendek (current liabilities) dan utang jangka panjang (long term liabilities).
2.  Jenis-Jenis Aktiva dan Pasiva
Jenis-jenis aktiva sebagai berikut yang biasa ada di contoh soal persamaan dasar akuntansi.
·         Aktiva Lancar (Current Assets)
Aktiva lancar ini bisa dicairkan (diuangkan) tidak lebih dari 1 tahun atau selama 1 siklus akuntansi. Aktiva lancar terdiri dari kas (cash), surat berharga (marketable securities), piutang dagang (accounts receivable), piutang wesel (notes receivable), piutang pendapatan atau pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenue), persekot beban atau beban dibayar di muka (prepaid expenses), perlengkapan (supplies), dan persediaan barang dagang (merchandise inventory).
·         Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang adalah penanaman modal di dalam perusahaan pada waktu yang panjang dan untuk memperoleh laba perusahaan.
·         Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Aktiva tetap ialah kekayaan yang dimiliki perusahaan dengan umur ekonomis tertentu, yaitu lebih dari satu tahun yang bisa digunakan untuk kegiatan operasional dan tidak untuk dijual.  Contoh aktiva tetap  antara lain tanah (land), gedung atau bangunan (building), mesin (machinery), peralatan toko (store equipment), alat angkut (delivery equipment), dan peralatan kantor (office equipment).
·         Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intagible Fixed Assets)
Aktiva ini berupa hak istimewa yang dimiliki suatu perusahaan dengan nilai tertentu, tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Aktiva tetap tak berwujud antara lain good will, hak paten, hak cipta, merk dagang, hak sewa, dan franchise.
Jenis-jenis pasiva sebagai berikut.
·         Utang jangka pendek
Utang jangka pendek berarti memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun yang harus segera dilunasi. Jenis-jenis utang jangka pendek antara lain utang wesel atau wesel bayar, utang dagang (account payable), biaya-biaya yang harus dibayar, utang jangka panjang, dan modal (capital). Modal didapatkan dari selisih atau nilai lebih dari aset dan kewajiban yang menjadi hak pemilik perusahaan.
·         Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Utang jangka panjang berarti memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun untuk dilunasi. Jenis-jenis utang jangka panjang antara lain utang hipotik, utang obligasi (bond payable), utang bank (bank loan), utang pinjaman jangka panjang (long term liabilities), wesel tagih, utang kepada pemegang saham (holding company), kredit investasi (long term loan), utang subordinasi (subordinates loan), utang sewa dana (payable leasing), dan utang sewa jangka panjang (long term rent liabilities).
Itulah perbedaan aktiva dan pasiva dalam akuntansi yang harus diketahui agar tidak keliru dalam memahami persamaan dasar akuntansi, cara membuat neraca, dan jenis-jenis laporan keuangan lainnya. Cara mudah belajar akuntansi juga harus diketahui agar bisa mendapatkan manfaat laporan keuangan.

Sumber  :


Akuntansi sebagai Bidang Ilmu



Akuntansi adalah ilmu yang mempelajari tentang perekayasaan. Dengan adanya kata “perekayasaan”, maka memungkinkan bagi akuntansi untuk selalu dapat dikembangkan dalam menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis yang semakin pesat. Akuntansi tidak akan lagi statik dalam menghadapi transaksi ekonomi.
Brian Magee dalam bukunya “Accounting” memberikan definisi akuntansi sebagai ilmu (science). Definisi tersebut sangat singkat dan tidak ada penjelasannya lebih lanjut.
Accounting is science of recording and interpreting financial transactions.
Definisi tersebut terlalu sempit, karena hanya mencakup pencatatan dan interpretasi transaksi-transaksi keuangan. Perbedaan dengan definisi-definisi sebelumnya adalah pada kata “science” yang mengawali definisi ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuntansi merupakan bidang ilmu (science), bukan seni.